MAN OF CONTRAST

MAN OF CONTRAST

Saturday, June 7, 2014

PILIH JENIS KELAMIN BAYI

TEKNIK MEMPERBESAR KEMUNGKINAN PENENTUAN JENIS KELAMIN BAYI

(Majalah Kesehatan – dr. Abdul Latief)

“LAKI-LAKI”


Tradisional : si Ibu makan daging yang banyak dan minum kopi.

Untuk mendapatkan anak laki-laki, hubungan sex sebaiknya dilakukan sekitar masa ovulasi, yaitu saat dimana si ibu mengeluarkan sebutir sel telur yang waktunya kira-kira pertengahan siklus haid. Jika siklus haid si ibu 28 hari, maka ovulasi terjadi sekitar 14 hari setelah hari pertama haid.
Sebelum melakukan senggama, alirkan ke dalam vagina si ibu 250 cc larutan soda kue (250 cc air  + 2 sendok makan soda kue). Larutan ini sama sekali tidak membahayakan kesehatan. Selain itu diusahakan agar wanita mencapai orgasme , agar reaksi basa vagina meningkat hingga menghilangkan sel-sel sperma bayi perempuan..
Sewaktu bersenggama sebaiknya si ayah melakukan dari arah belakang si ibu. Posisi wanita menghadap kasur sehingga sperma akan tumpah di daerah yang reaksinya paling basa dan paling dekat ke pintu masuk kandungan. Juga di saat-saat antara haid dengan ovulasi, suami istri tidak boleh melakukan hubungan sex. Bila siklus haid 28 hari, maka sejak hari 1 sampai 14 jangan bersenggama.

“PEREMPUAN”


Tradisional ; si Ibu banyak makan sayur dan pantang daging.

Untuk mendapatkan bayi perempuan, setiap kali hendak bersenggama, si ibu harus mengalirkan campuran 250 cc air dengan 2 sendok asam cuka (cuka dapur) ke dalam vaginanya. Hal ini untuk menciptakan lingkungan yang bersifat asam yang dapat mematikan/menghilangkan sperma bayi laki-laki. Alat pencuci vagina (irrigator vagina) dapat dibeli di apotik 2-3 hari sebelum ovulasi, si ibu tidak boleh bersenggama. Sedapat mungkin orgasme di pihak perempuan dihindarkan karena hal itu meningkatkan derajat basa vagina. Sebaiknya senggama dilakukan dalam posisi biasa untuk menghindari sperma bayi laki-laki masuk ke dalam kandungan.


KALENDER TIONGKOK - JENIS KELAMIN ANAK
USIA IBU 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
BLN I KEHAMILAN
CIAGWE 1 P L P L P L L P L P L P L L L P L L P L P L P L P L L P
JIGWE 2 L P L P L L P L P L P L P P P L P L L P L P L P L P L L
SAGWE 3 P L P P L P L L L P L P P L L P L P L L P L P L P L P L
SIGWE 4 L P L P P L L P P L P L P P P L P L P L L L L P L P L P
GOGWE 5 L P L P L L P P P P P L P P P P P P L P L L P L P L L P
LAKGWE 6 L L L P P P L L L P P L P P P P P P P L P P L P L P L P
CITGWE 7 L L L P P L L P P L L L P P P P P P P P L P L L P L P L
PEGWE 8 L L L P L P P L L L L L P P P L P L P L P L P L L P L P
KAUGWE 9 L L L P P L P L P L L L P P P P P P L P L P L P L L P L
CAPGWE 10 L L P P P L P L P L L P P P P P P P L L P L P L P L L P
CAPITGWE 11 L P P P P L P L P P P P L P P P L L L P L P L P L L P L
CAPJIGWE 12 L P P P P P P L P L P P L L L L L L L L P P P L P L P L



No comments:

Post a Comment